Jumat, 15 Maret 2013

Beberapa jenis pasta sablon


Sebelumnya disini admin hanya memberikan pengetahuan dasar mengenai beberapa jenis pasta dari berbagai sumber agar memudahkan dan sedikit memberikan pengetahuan ke konsumen, jika ada kesalahan mohon koreksi dan penambahan dari para senior - senior screen printing Indonesia agar bisa menjadi pengetahuan untuk kita semua. 
Ada begitu banyak sekali pilihan pasta yang bisa digunakan untuk menyablon, yang biasa digunakan ada yang watherbase (berbasis air) dan oilbase (berbasis minyak) Berikut ini adalah pengenalan beberapa jenis pasta sablon yang biasa dipakai, sekedar informasi untuk konsumen dan para pemula yang baru belajar di dunia sablon, jika ingin bertanya lebih lanjut silahkan bertanya kepada ahlinya, atau kepada SPS (Screen Printing Suplier)  langsung agar mendapatkan informasi yang lebih detail tentang produk mereka.

·       Rubber 

Ruber termasuk jenis pasta yang sering digunakan. Ruber bisa dipakai dikain berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Hasil karakter rubber seperti karet, cat dapat mengikuti kelenturan kain. Pasta rubber yang biasa kita tau ada 2 jenis, yaitu pasta putih dan pasta warna. Disetiap SPS Ruber memiliki karakter tersendiri, baik cara penggunaan, hasil sablonan, kualitas dan harga yang beragam.

·       Extender

Extender biasa juga disebut cat air, cat ini juga termasuk yang sering digunakan, tetapi hanya dapat digunakan di bahan terang, sebab jika digunakan dibahan yang gelap hasil warna tidak masimal. Sifat extender menyerap kain. Untuk harga disetiap SPS beragam, tetapi harga extender biasanyaa cenderung lebih murah dari pasta rubber.

JENIS CAT PLASTISOL

·      CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

·      CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

·      CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

·      CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

·      SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

·      HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

·      WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

·      NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.


Beberapa tehnik dan jenis bahan sablon yang digunakan :

·                     YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tintaplastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.

·                     FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

·                     FLOCK:
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

·                     SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.

·                     GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

·                     REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

·                     DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna  kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

·                     DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

·                     SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

·                     ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

·                     SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

·                     HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.

·                     COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

·                     RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

·                     HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

·                     EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.